Minggu, 27 November 2022

Pengantar Teknik Lingkungan - Pencemaran Air


MAKALAH

MATA KULIAH PENGANTAR TEKNIK LINGKUNGAN

PENCEMARAN AIR

Dosen Pengampu: Sunarto, M.P.H




Disusun Oleh:
Dinda Adetya - 202201491


PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK
AKADEMI TEKNIK TIRTA WIYATA

Alamat: Jl. Duku 1 No. 54 Perumahan Korpri-Abri Kramat,
Magelang 56115, Jawa Tengah



KATA PENGANTAR

    Alhamdulillah puji dan syukur tak lupa kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah berjudul "Pengantar Teknik Lingkungan - Pencemaran Air" dalam rangka memenuhi tugas Pengantar Teknik Lingkungan di Akademi Teknik Tirta Wiyata (Akatirta) dapat diselesaikan dengan baik. Harapan saya, dengan adanya makalah ini maka dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca lebih dalam mengenai pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air.
    Pada kesempatan ini, saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Sunarto, M.P.H selaku dosen pengampu mata kuliah Pengantar Teknik Lingkungan (PTL) yang telah memberikan dukungan berupa bimbingan dan motivasi dalam proses penyusunan makalah ini.
    Demikian penyusunan makalah ini saya selesaikan dengan sebaik mungkin sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kita semua. Selain itu, saya sebagai penulis juga menerima masukan berupa kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna meningkatakn kemampuan menulis saya dikemudian hari.

BAB 1
PENDAHULUAN

    
A. LATAR BELAKANG

    Air adalah salah satu unsur terpenting untuk keberlangsungan hidup makhluk hidup khususnya manusia. Meskipun air dapat diperbaharui (siklus air) namun tetap perlu dikelola dengan bijak agar tidak terjadi pencemaran air. Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Menurut Sayyid Quthb air adalah dasar dari suatu kehidupan dan merupakan satu unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan hingga manusia pun sangat menantikan kedatangannya.
    Tersedianya air dalam aspek kualitas maupun kuantitas mutlak diperlukan. Sumber air di Indonesia sangat melimpah karena Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan. Meskipun demikian, sumber air ini tidak dimanfaatkan dengan tepat oleh masyarakat Indonesia. Namun sebaliknya, masyarakat lebih banyak menyalahgunakan kelebihan sumber air dengan cara mencemarinya. Pencemaran air ialah suatu perubahan keadaan tempat penampungan air yang diantaranya danau, sungai, laut dan penampungan air tanah akibat aktivitas manusia. Air bersifat multiguna dalam kehidupan manusia yang diantaranya untuk di minum, memasak, MCK (mandi, cuci, kukus), mengaliri saluran irigasi, mendukung aspek religius dan mendukung faktor ekonomi.
Air yang bersih mempunyai standar yaitu 3B atau tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Dewasa ini, sering dijumpai air yang berwarna keruh dan berbau serta tercampur dengan sampah-sampah seperti plastik, kaleng, dan jenis sampah organik. Adapun pencemaran air ini berasal dari berbagai sumber. Contohnya limbah industri yang dialirkan ke sungai sehingga merugikan manusia apabila dikonsumsi.


B. RUMUSAN MASALAH

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan Pencemaran Air?
2. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya Pencemaran Air?
3. Apakah dampak dari Pencemaran Air?
4. Bagaimana cara menanggulangi Pencemaran Air?


C. TUJUAN

    Berdasarkan beberapa rumusan masalah diatas, maka dapat disimpulkan tujuan penyusunan makalah ini ialah:
1. Mengetahui pengertian dari pencemaran air.
2. Mengetahui penyebab terjadinya pencemaran air.
3. Mengetahui dampak pencemaran air.
4. Mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan guna menanggulangi pencemaran air.


BAB II

PEMBAHASAN 

A. PENGERTIAN PENCEMARAN AIR

    Istilah pencemaran air atau biasa disebut polusi air dapat diartikan secara berbeda oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan banyaknya acuan berbagai sumber yang mendefinisikan istilah tersebut di berbagai media. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air yang diturunkan dari pencemaran lingkungan hidup dapat diartikan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Dari definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pencemaran air dapat diuraikan menjadi 3 aspek yang diantaranya adalah aspek kejadian, aspek penyebab atau pelaku dan aspek akibat (Setiawan, 2001).
    Dalam pelaksanaan operasional, pencemaran lingkungan hidup ditunjukkan sebagai pencemaran dari komponen-komponen lingkungan hidup seperti pencemaran air, pencemaran air laut dan pencemaran air tanah. Dengan demikian, definisi dari pencemaran air ini mengarah pada definisi lingkungan hidup sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 mengenai Lingkungan Hidup.


B. PENYEBAB PENCEMARAN AIR

    Berdasarkan definisi pencemaran air yang telah dirumuskan maka dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya pencemaran air dapat berupa masuknya makhluk hidup, zat, energi ataupun komponen lain sehingga terjadi penurunan kualitas air. Pada kenyataannya banyak faktor penyebab pencemaran air. Akan tetapi, pada umumnya pencemaran air dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan sumber kontaminan tidak langsung. Sumber kontaminan langsung ini meliputi efluen yang keluar dari industri, tempat pembuangan akhir sampah (TPA), rumah tangga dan sebagainya. Sedangkan sumber tidak langsung berupa kontaminan yang memasuki sumber air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan asam.

    Pencemaran air yang terjadi dapat berdampak luas bagi kehidupan manusia seperti meracuni sumber air minum, meracuni sumber makanan bagi makhluk hidup, merusak keseimbangan ekosistem perairan, perusakan hutan akibat hujan asam dan berbagai dampak buruk lainnya.
    Selain faktor diatas, pencemaran air juga dapat disebabkan oleh berbagai hal-hal sebagai berikut:
1. Pembuangan limbah hasil industri ke perairan seperti sungai, laut dan danau.
2. Terjadinya peningkatan kandungan nutrien yang mengarah pada eutrofikasi.
3. Adanya pembuangan limbah domestik ke sungai berupa air cucian dan kamar mandi.
4. Terjadinya erosi yang membawa partikel tanah ke perairan.
5. Penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan.
6. Penggunaan bahan peledak saat menangkap ikan.
7. Adanya tumpahan minyak akibat kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai.
8. Adanya sampah senyawa organik yang menggenang di air.


C. DAMPAK PENCEMARAN AIR
    Pencemaran air yang terjadi memiliki banyak dampak terhadap lingkungan sekitar. Banyak sumber air seperti sungai atau badan air di daerah perkotaan yang saat ini kondisinya tercemar. Salah satu faktor terjadinya pencemaran air adalah ulah manusia yang membuang sampah di perairan. Selain itu, adanya pembuangan bahan kimia secara legal maupun ilegal oleh berbagai industri, pusat kesehatan, lembaga pendidikan dan pasar. Ada berbagai dampak pencemaran air yang meliputi kematian biota air, kerusakan rantai makanan, timbulnya wabah penyakit, dan kerusakan ekosistem perairan.
1. Kematian Biota Air
    Dampak utama dari pencemaran air adalah terbunuhnya makhluk hidup yang ada di sumber air tersebut. Hal ini disebabkan oleh banyaknya zat pencemaran yang mengakibatkan menurunnya kadar oksigen di dalam air. Sehingga, mengakibatkan terbunuhnya biota air seperti ikan, kepiting, burung camar dan makhluk hidup lain yang ada di air.
2. Kerusakan Rantai Makanan
    Pencemaran air juga dapat mengakibatkan kerusakan rantai makanan yang berlangsung secara alami di ekosistem perairan. Polutan berupa timbal yang dimakan ikan kecil akan terbawa pada tingkat trofik selanjutnya. Yang mana ikan besar, kerang dan tingkat trofik lainnya juga akan ikut merasakan dampak dari polutan yang dimakan si ikan kecil.
3. Wabah Penyakit
    Kerusakan rantai makanan selanjutnya juga berdampak terhadap manusia. Hal ini dikarenakan produk dari sumber air yang tercemar dikonsumsi oleh manusia sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai wabah penyakit. Contohnya yaitu penyakit hepatitis yang timbul akibat mengkonsumsi makanan laut yang mengandung polutan dan penyakit kolera yang disebabkan oleh buruknya pengolahan air minum dengan sumber perairan yang tercemar.
4. Kerusakan Ekosistem
    Pencemaran air juga berdampak pada ekosistem sehingga mengakibatkan interaksi antar makhluk hidup di suatu tempat berubah. Dewasa ini, banyak daerah yang terkena pencemaran air karena kelalaian manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan. Daerah yang saat ini airnya tercemar tentu akan membuat manusia mengalami banyak kesulitan di masa yang akan datang.


D. LANGKAH-LANGKAH MENANGGULANGI PENCEMARAN AIR
    Pada dasarnya ada 5 (lima) langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam rangka menanggulangi pencemaran air, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Menyadari kelangsungan ketersedian air dengan tidak mengeksploitasi sumber air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke perairan seperti sungai, danau dan laut.
3. Mengurangi intensitas limbah domestic.
4. Melakukan proses penyaringan limbah sehingga limbah yang bersatu dengan air sungai bukanlah jenis limbah jahat yang dapat merusak ekosistem air.
5. Membuat sanitasi yang bersih agar sumber air lainnya tidak tercemar.

    Selain itu, dalam menanggulangi pencemaran air dapat dilakukan dengan cara menanam pohon. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor karena akar pohon mampu menyerap air dengan jumlah yang banyak. Itu sebabnya sering terjadi bencana banjir dan longsor akibat penebangan pohon secara besar-besaran.


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
    Air merupakan komponen lingkungan hidup yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen lainnya. Air dengan kualitas buruk akan berdampak buruk pula pada kondisi lingkungan sehingga akan mempengaruhi kondisi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Terjadinya penurunan kualitas air juga akan mengakibatkan turunnya daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung sumber daya air.
Air tergolong sebagai komponen sumber daya alam (SDA) memiliki peran penting sehingga harus dipergunakan untuk memenuhi keperluan manusia. Dalam penggunaan air diberbagai kepentingan saat ini perlu dikelola agar terus tersedia air yang baik dan aman secara kualitas maupun kuantitas.


B. SARAN
    Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan tidak bisa lepas dari ketersedian air, maka penting bagi kita sebagai generasi muda untuk terus menjaga sumber daya air agar tidak terjadi pencemaran air di berbagai sumber. Hal ini dilakukan agar ketersediaan air bersih secara kualitas maupun kuantitas dapat berlangsung dalam jangka panjang. Sehingga, untuk masa yang akan datang tidak terjadi kelangkaan air bersih yang diakibatkan pencemaran air karena ulah manusia.


DAFTAR PUSTAKA

Arum, Rifda. (2021). 5 Penyebab Pencemaran Air, Cegah dan Buat Lingkungan Air Lebih Baik!. Diakses pada 23 November 2022 dari https://www.gramedia.com/literasi/penyebab-pencemaran-air/
Setiadi, Putri Decequen. (2022). Makalah Pencemaran Air. Diakses pada 23 November 2022 dari https://doc.lalacomputer.com/makalah-pencemaran-air/
Yuki. (2019). Dampak Pencemaran Air Bagi Kehidupan. Diakses pada 23 November 2022 dari https://www.blog.yukiwaterfilter.com/2019/04/11/dampak-pencemaran-air-bagi-kehidupan/

1 komentar:

  1. Semangat kakak!!!!!♡ sangat bermanfaat sekali menambah pengetahuan dan makalahnya rapi bangettt♡

    BalasHapus

PERAN MIKROBA PADA INDUSTRI

  PERAN MIKROBA PADA INDUSTRI Imelda Atika Putri - 202201513 Mikrobiologi Industri merupakan cabang mikrobiologi terapan yang memanfaatkan m...