PERAN MIKROBA PADA INDUSTRI
Imelda Atika Putri - 202201513
Mikrobiologi Industri merupakan cabang mikrobiologi
terapan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi zat-zat
penting, seperti antibiotik, produk pangan, enzim, asam amino, vaksin, dan
bahan kimia halus. Mikroba adalah makhluk yang fantastis. Mereka menyediakan
waktu generasi yang cepat, fleksibilitas genetik, skala eksperimen yang tak
tertandingi, dan sistem studi yang dapat dikelola. Praktik mikrobiologi
industri berakar dalam di zaman kuno. Jauh sebelum penemuannya,
mikroorganisme dieksploitasi untuk melayani kebutuhan dan keinginan manusia.
Mereka mengawetkan susu, buah-buahan, dan sayuran, serta meningkatkan kualitas
hidup melalui minuman, keju, roti, makanan yang diawetkan, cuka.
Akibatnya, bioteknologi merupakan pendekatan baru untuk
membuat produk komersial dengan menggunakan organisme hidup. Pengetahuan
tentang bioproses telah dikembangkan untuk menghasilkan produk berkualitas
tinggi. Penerapan ilmu biologi dalam proses industri dikenal sebagai bioproses.
Sebagian besar produk biologi dan farmasi diproduksi dalam bioproses industri
yang terdefinisi dengan baik. Beberapa aplikasi mikrobiologi
industri yang luas untuk menghasilkan berbagai produk dalam industri
terapan dirangkum dalam bab ini.
Teknik
fermentasi asam
amino telah
menghasilkan pengembangan proses yang ramah lingkungan untuk menggantikan
beberapa proses kimia konvensional. Asam organik merupakan produk tradisional
dari teknologi pangan dan bioteknologi. Pada saat yang sama, asam organik
merupakan salah satu produk masa depan yang paling menjanjikan dari mikrobiologi industri, karena kemungkinan penggunaannya sebagai
bahan kimia penyusun. Produksi asam
organik melalui fermentasi mikroba menggunakan bahan baku yang
lebih murah juga merupakan salah satu pencapaian utama mikrobiologi
industri . Tinjauan ini terutama berfokus pada sumber mikroba dan metode
produksi berbagai asam organik (asam sitrat, asam
glukonat , asam
fumarat , dan asam
laktat) yang digunakan terutama dalam industri pangan.
MIKROBIOLOGI INDUSTRI
Mikrobiologi industri adalah salah satu cabang dari
ilmu mikrobiologi yang khusus mempelajari tentang pemanfaatan
mikroorganisme untuk kepentingan industri, baik
itu industri kimia, pangan, farmasi, obat-obatan serta pemanfaatan
mikroorganisme untuk mengolah hasil samping industri, yaitu limbah. Mikroorganisme
telah diidentifikasi dan dimanfaatkan selama lebih dari satu abad. Bangsa
Babilonia dan Sumeria menggunakan ragi untuk menyiapkan alkohol. Ada sejarah
panjang di balik proses fermentasi, yang menjelaskan penerapan proses mikroba
yang menghasilkan produksi makanan dan minuman. Pada pertengahan abad
kesembilan belas, Louis Pasteur memahami peran mikroorganisme dalam makanan
fermentasi , anggur,
alkohol, minuman, keju, susu, yoghurt dan produk
susu lainnya.
Penerapan ilmu biologi dalam proses industri dikenal
sebagai bioproses. Saat ini sebagian besar produk biologi dan farmasi
diproduksi dalam bioproses industri yang terdefinisi dengan baik. Misalnya,
bakteri mampu menghasilkan sebagian besar asam amino yang dapat digunakan dalam
makanan dan obat-obatan. Pertumbuhan sel dalam skala besar disebut fermentasi
industri. Fermentasi industri biasanya dilakukan dalam bioreaktor, yang
mengontrol aerasi , pH, dan suhu. Mikroorganisme memanfaatkan sumber organik
dan mengahsilkan metabolit primer seperti etanol, yang terbentuk selama fase pertumbuhan
eskponensial sel. Dalam beberapa bioproses, khamir atau jamur digunakan untuk menghasilkan produk-produk
bernilai tinggi.
MIKROBA MEMILIKI PERAN PENTING DALAM INDUSTRI, DI
ANTARANYA:
· Produksi produk:
Mikroba digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti minuman, bahan tambahan makanan, produk kesehatan manusia dan hewan, dan biofuel.
· Pengolahan limbah:
Mikroba digunakan untuk mengolah limbah industri dan limbah peternakan.
· Pengujian kualitas dan keamanan makanan:
Mikrobiologi digunakan untuk menguji sampel makanan guna memastikan keamanan dan kualitasnya.
· Perolehan minyak dan logam:
Mikrobiologi digunakan untuk meningkatkan perolehan minyak dari sumur-sumur bor dan perolehan kembali logam dari bijih berkadar-rendah.
Mikroorganisme yang digunakan dalam industri, seperti
bakteri, jamur, dan protozoa, memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: mudah
didapatkan, proses pertumbuhannya cepat, dapat dimodifikasi.
Beberapa contoh mikroorganisme yang berperan dalam industri,
di antaranya:
- Bakteri
asam laktat Streptococcus Thermophilus yang berperan dalam
fermentasi susu menjadi yogurt.
- Yeast Saccharomyces
yang berperan dalam fermentasi roti.
- Mold Rhizopus oligosporus yang berperan dalam pembuatan tempe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar